SURAT DARI BAYI ABORSI UNTUK SANG BUNDA

Di posting oleh XII M1 pada 02:32 PM, 07-Feb-13 • Di: tentang islam
Dear Bunda tersayang ...

Bagaimana kabar Bunda hari ini? Semoga Bunda baik-baik saja. Ananda di sini juga baik-baik saja, Bunda. Allah sayang banget deh sama Nanda. Allah juga yang meminta Nanda menulis surat ini untuk Bunda, sebagai bukti cinta Nanda kepada Bunda.
Bunda, ingin sekali Ananda menyapa Bunda, perempuan yang telah merelakan rahimnya untuk Ananda diami walaupun hanya sesaat.

Bunda, sebenarnya Ananda ingin lebih lama menumpang di rahim Bunda, ruang yang kata Allah paling kokoh dan paling aman di dunia ini. Tapi rupanya Bunda tidak menginginkan kehadiran Ananda, jadi sebagai anak yang baik, Ananda pun rela menukarkan kehidupan Ananda demi kebahagiaan Bunda walaupun dulu waktu Bunda meluruhkan Ananda, sakit sekali rasanya, Bunda. Badan Ananda rasanya seperti tercabik-cabik dan keluar sebagai gumpalan darah yang menjijikkan. Apalagi hati Ananda terasa nyeri, merasa seperti aib yang tidak dihargai dan tidak diinginkan.
Tapi Ananda tidak kecewa kok, Bunda. Karena dengan begitu, Bunda telah mengantarkan Ananda untuk bertemu dan dijaga oleh Allah, bahkan Ananda dirawat dengan penuh kasih sayang di dalam surga-Nya.

Bunda, Ananda mau cerita ...
Dulu Ananda pernah menangis dan bertanya kepada Allah, “Mengapa Bunda meluruhkan Ananda saat Ananda masih berupa wujud yang belum sempurna dan membiarkan Ananda sendirian di sini?” Apa Bunda tidak sayang pada Ananda? Apa Bunda tidak ingin mencium Ananda? Atau jangan-jangan karena nanti Ananda rewel dan suka mengompol sembarangan?
Lalu Allah bilang, “Bunda kamu malu, Sayang.”
“Kenapa Bunda malu?”
“Karena dia takut kamu dilahirkan sebagai anak haram.”
“Anak haram itu apa, ya Allah?”
“Anak haram itu anak yang dilahirkan tanpa ayah.”
Nanda bingung dan bertanya lagi sama Allah, “Ya Allah, bukannya setiap anak itu pasti punya ayah dan ibu, kecuali Nabi Adam dan Isa?”
Allah Yang Mahatahu menjawab bahwa Bunda dan Ayah memproses Ananda bukan dalam ikatan pernikahan yang sah dan Allah ridhoi. Ananda semakin bingung dan akhirnya Ananda putuskan untuk diam.

Bunda, Ananda malu terus-terusan nanya sama Allah, walaupun Allah selalu menjawab semua pertanyaan Ananda, tapi Ananda inginnya bertanya pada Bunda saja, “Pernikahan itu apa sih?
Kenapa Bunda tidak menikah saja dengan Ayah? Kenapa Bunda membuat Ananda jadi anak haram dan mengapa Bunda mengusir Ananda dari rahim Bunda dan tidak memberi kesempatan Ananda hidup di dunia dan berbakti kepada Bunda?”
Hehehehe, maaf ya Bunda, Ananda bawel banget. Nanti saja Ananda tanyakan pada Bunda kalau kita ketemu.

Oh ya Bunda, suatu hari malaikat pernah mengajak jalan-jalan Ananda ke tempat yang katanya bernama neraka. Tempat itu sangat menyeramkan dan sangat jauh berbeda dengan tempat tinggal Ananda di surga. Di situ banyak orang yang dibakar pakai api lho, Bunda. Minumnya juga pakai nanah dan makannya buah-buahan aneh, banyak durinya. Yang paling mengerikan, ada perempuan yang ditusuk dan dibakar seperti sate gitu, serem banget deh Bunda.

Lagi ngeri-ngerinya, tiba-tiba malaikat bilang pada Ananda, “Nak, kalau Bunda dan Ayahmu tidak bertobat, maka kelak di situlah tempatnya. Di situlah orang yang berzina akan tinggal dan disiksa selamanya.” Seketika Ananda menangis dan berteriak-teriak memohon agar Bunda dan Ayah jangan dimasukkan ke situ. Ananda sayang Bunda. Ananda kangen dan ingin bertemu Bunda. Ananda ingin merasakan lembutnya belaian tangan Bunda, dan Ananda ingin kita tinggal bersama di surga. Ananda takut jika Bunda dan Ayah dihukum dan disiksa seperti orang-orang itu.

Lalu dengan lembut malaikat berkata, “Nak, kata Allah kalau kamu sayang, mau bertemu, dan ingin Ayah-Bundamu tinggal di surga bersamamu, tulislah surat untuk mereka. Sampaikan berita baik bahwa kamu tinggal di surga dan jika ingin mereka ikut, ajaklah mereka bertobat dan sampaikan juga kabar buruk, bahwa jika mereka tidak bertobat maka mereka akan disiksa di neraka seperti orang-orang itu.

Saat mendengar itu, segera saja Ananda menulis surat ini untuk Bunda. Menurut Ananda, Allah itu sangat baik, Bunda. Allah akan memaafkan semua kesalahan makhluk-Nya, asal mereka mau bertobat nasuha.
Bunda, segeralah bertobat ya? Ajak ayah juga, nanti biar kita bisa kumpul bareng di sini. Nanti Ananda jemput Bunda dan Ayah di Padang Mahsyar, deh. Ananda janji mau bawain minuman dan payung buat Ayah dan Bunda, soalnya kata Allah, di sana panas banget, Bunda. Antreannya juga panjang sekali karena semua orang dari sejak zaman Nabi Adam akan dikumpulkan di sana. Tapi Bunda jangan khawatir, Allah berjanji, walaupun ramai, kalau Bunda dan Ayah benar-benar bertobat dan jadi orang yang baik, pasti Ananda bisa bertemu kalian.

Bunda, kasih kesempatan buat Ananda ya, agar Nanda bisa merasakan nikmatnya bertemu dan berbakti kepada orang tua, Ananda juga mohon banget sama Bunda, jangan sampai adik-adik Ananda mengalami nasib yang sama dengan Ananda. Biarlah Ananda saja yang merasakan sakitnya ketersia-siaan ini. Tolong ya Bunda, kasih adik-adik kesempatan untuk hidup di dunia menemani dan merawat Bunda saat Bunda tua kelak.

Sudah dulu ya, Bunda. Ananda mau main-main dulu di surga. Ananda tunggu kedatangan Ayah dan Bunda di sini. Ananda sayang banget sama Bunda!!!
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar